#AksiSehatCeria di Usia Senja dengan Berdonor Darah

by - Oktober 11, 2018

Usia senja adalah fase dimana orang tua menginjak umur di atas 50 tahun. Kerap kali di usia ini lah banyak orang tua mengidap penyakit hingga harus bolak-balik ke rumah sakit dan banyak yang harus menderia karena menahan rasa sakit.

Orang tua selalu berharap di usia senja mereka selalu sehat. Begitu juga dengan kami sebagai anak, berharap di usai senja dapat membuat para orang tua selalu tersenyum, sehat dan ceria. Bagaimana cara membuat orang tua dapat sehat dan ceria? Salah satunya dengan berolah raga, bisa bersepeda keliling lingkungan rumah bersama cucu-cucu dan selebihnya dapat mengobrol dengan para orang tua lainnya.
Mengobrol dapat melatih ketrampilan komunikasi dan merupakan aktivitas sosial para orang tua agar tidak kesepian. Selain itu, mengasuh cucu pun dapat membuat orang tua semakin ceria dan mengindari dari risiko dementia.


Seperti cerita bapak di rumah dimana saat ini menginjak usia diatas 60 tahun tetapi semakin sehat dan ceria. Diusia senjanya bapak cukup produktif, masih momong cucu dengan bersepeda setiap pagi dan sore hari. Sholat di Musholla dengan bersepeda.
Bapak dan Cucu sedang Bersepeda Ria


Desember 2017 lalu, bapak termasuk pahlawan donor darah yang diundang oleh Presiden Republik Indonesia dalam rangka penganugerahan telah sukarela menyumbakan darahnya 100 (seratus) kali untuk kepentingan kemanusiaan. Bahagia sangat terlihat di raut wajah beliau di usia senjanya masih dapat berkontribusi untuk kemanusia.

Piagam Penghargaan Donor Darah Buat Bapak

Kontrbusi untuk kemanusiaan penting dan kondisi sehat pun demikian. Semakin bertambah umur kondisinya cukup sehat dan masih tetap berdonor darah. Banyak fakta yang menyebutkan bahwa donor darah membuat tubuh semakin sehat, bukan bearti ketika darah di ambil lantas kondisi tubuh semakin melemah. Pun demikian dengan orang tua kami, tubuhnya tetap bugar dengan berat-badan tidak turun.

Manfaat Donor Darah Bagi Orang Tua

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar dapat menjadi pendonor darah:
  • Setidaknya berumur 17 tahun.
  • Memiliki berat badan paling ringan 49,8 kg (saya gak bisa jadi pendonor karena berat badan kurang dari 48 kg)
  • Keadaan sehat dan dibuktikan dengan pemeriksaaan medis, termasuk tidak anemia, tidak hepatitis, tidak mengkonsumsi obat-obatan atau suntukan nonresep, tidak beradan dalam kelompok berisiko tinggi AIDS.
  • Tekanan darah dibawah 180 sistolik dan diatas 100 distolik.
  • Kadar hemoglobin darah calon pendonor sekurang-kurangnya 12,5 gram/desiliter (g/dl). 
  • Denyut nadi berkisar antara 60 - 100 kali per menit, teratur, tanpa denyut patologis (nadi yang menunjukkan adanya seuatu penyakit dalam tubuh kita)

Banyak mitos tentang donor darah, mitos tentang donor darah dapat saya rangkum dari berbagai sumber:
  • Dapat membuat darah rendah atau kurang darah.
  • Menyebakan sakit kepala dan muntah-muntah.
  • Tidak cocok untuk orang tua dan pensiunan.


Beberapa manfaaat dari donor darah saya baca di artikel Blog Dokter Sehat dan beberapa sumber lainnya:

Meningkatkan produksi sel darah merah; Setelah dilakukan donor darah, sumsum tulang belakang akan segera memproduksi sel darah merah. Sel darah merah yang baru akan muncul setelah donor darah. Hal ini sangat baik untuk menstimulasi pembentukan sel darah merah baru.

Mengurangi kadar zat besi dalam darah; Pergantian sel darah baru sangat berpengaruh dengan penumpukan kadar zat besi. Ketika darah diambil makan sel darah baru akan berganti dan zat besi pun akan ikut berganti.

Kesehatan jantung; kelebihan zat besi dapat menyebabkan risiko penyakit kardiovaskuler. Seperti yang dijelaskan diatas donor darah dapat mengurangi kadar zat besi.

Mendeteksi penyakit; Prosedur standar sebelum dilakukan donor darah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan berbagai macam penyakt. Penyakit yang diperiksan seperti yang diebutkan dalam persyaratan untuk menjadi pendonor darah yaitu, HIV, Hepatitis atau penyakit lainnya sebagai kariers.

Mengurangi risiko kanker; Sebuah studi tahun 2008 menemukan penurunan kecil dalam risiko kanker tertentu pada orang yang secara teratur menyumbangkan darah. Ini termasuk kanker yang terkait dengan tingkat zat besi yang tinggi, termasuk kanker:hati, usus, paru-poaru, kerongkongan dan perut.

Pemeriksaan kesehatan gratis; Sebelum mendonorkan darah terlebih dahulu diperiksa kesehatan pendonor mulai dari nadi, tekanan darah, suhu tubuh, kadar haemoglobin (hb) sampai kepada kondisi yang memungkin jika terkena flu.

Manfaat secara psikologis; rasa puas ketika dapat memberikan bantuan atau manfaat bagi orang lain. Sebuah penelitian mengatakan, jika orang usia lanjut dan rutin menjadi pendonor darah bisa merasakan hidup lebih berenergi dan bugar.

Sehat Ceria di Usia Senja dengan Berdonor Darah 

Dari segi kesehatan, banyak manfaat yang dijelaskan diatas yaitu dengan bertambahnya usia sesoerang membuat daya tahan tubuh semakin berkurang dengan berdonor darah membuat sirkulasi sel darah selalu terstimulasi dengan sel darah yang baru. Sirkulasi inilah membuat kesehatan orang tua dapat bertahan.

Secara psikologis donor darah dapat memberikan rasa kepuasan tersendiri bagi orang tua karena dapat membantu sesama, seperti yang dialami orang tua saya ketika berada di Kantor PMI Kota Palembang bertemu dengan pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah dan stok di PMI tidak ada dengan semangat bapak memberikan darahnya kembali untuk didonorkan untuk pasien yang sedang sekarat. Keluarga pasien dengan sigap memberikan sekarung beras dan dengan cepat bapak menolaknya.

Ada rasa dan kisah tersendiri ketika menolong seseorang dan mendapat penghargaan dengan diundang ke istana negara. Rasa senang dan bahagia yang dirasakan orang tua dapat meningkatkan hormon endorfin, sehingga orang tua semakin bersemangat, sehat dan ceria.

Dengan rutin mendonorkan darah justru membuat orang tua semakin sehat dan memiliki angka harapan hidup lebih lama. Semakin tua kondisi tubuh semakin lemah dengan demikian dengan “Hari Kesehatan Jiwa” mari kita bantu para orang tua tetap sehat dan ceria dengan berdonor darah dan membuat aksi sosial dengan kegiatan ngobrol bersama mereka untuk mengindari demensia. 


Demensia dan Donor Darah

Kenapa berbicara demensia? karena banyak anak-anak sangat berharap orang tuanya selalu sehat, kalaupun sakit hanya sakit biasa seperti deman, batuk ataupun flu. Orang tua pun tak mau terkena demensia karena orang tua tidak ingin merepotkan keluarganya. Banyak Kasus orang tua yang terkena demensia hilang dari rumah karena lupa alamat rumah. 

Zat besi yang tersimpan di dalam sel darah merah jika tidak mengalami regenerasi akan terjadi penumpukan termasuk di dalam tubuh dan otak. Salah satu manfaat donor darah adalah mengurangi zat besi di dalam tubuh sehingga mengurangi risiko terjadinya penumpukan zat besi di dalam otak yang dapat menyebabkan Demensia, Alzhaimers ataupun Parkinsons. 
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Demensia dan Donor Darah serta Pola Hidup kalian bisa mengunjungi Dokter Sehat di : 

Healthy Life People!

You May Also Like

2 komentar

  1. Dari dlu pengen bgt donor tp ga bisa krna BB kurang di tambah skrg hb rendah...salut buat kakek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Bunda Feb, BB kurang jadi gak bs berkontribusi dari donor darah..

      Hapus